Pengumuman CPNS 2014 - Honorer Kemenag Melapor ke Polres

By | 08/05/2012

Indikasi kecurangan honorer K1 yang lolos verifikasi di Kementerian Agama (Kemenag), semakin kuat. Selain dugaan SK palsu, tak sedikit ditemukan honorer “siluman” yang lolos verifikasi. Di Kabupaten Pangkep, sejumlah tenaga honorer K1 Kemenag Pangkep melapor ke Polres, terkait dugaan pemalsuan SK pengangkatan tenaga honorer K1 oleh Kasubag Tata Usaha Kemenag Pangkep, Drs H Anwar Kasim, MA.

Pelaporan tersebut dilakukan menyusul pengumuman tenaga honorer K1 yang lulus verifikasi diangkat menjadi CPNS/CASN. Dalam pengumuman itu, terdapat puluhan nama “siluman” yang masuk di deretan nama honorer yang lulus. Ada indikasi honorer yang lulus adalah honorer baru, sementara honorer lama di lempar ke K2.

Bahkan selain baru, banyak di antara mereka berasal dari kabupaten atau kota lain. Bukan berasal dari Pangkep. Pemalsuan surat yang dimaksud adalah masuknya nama-nama tenaga honorer yang tidak pernah mengabdi di Kemenag Pangkep pada penjaringan CPNS/CASN 2010. Yang secara otomatis mengakibatkan nama tenaga honorer dengan pengabdian lama tidak terjaring dalam verifikasi K1 yang lolos menjadi CPNS/CASN. Pejabat yang bersangkutan diduga memalsukan data atau surat yang dikirim ke Kemenag Sulsel.

A Ruslan Bin Rahman, tenaga honorer K1, mewakili rekan-rekannya usai melapor, Kamis, 3 Mei, mengungkapkan, hampir 80 persen nama honorer K1 yang lulus verifikasi merupakan honorer siluman. “Mereka tidak pernah terdata mengabdi di Kemenag Pangkep,” ujarnya.

Sebagai pelapor, Ruslan berani menyebutkan nama-nama siluman tersebut di antaranya, Rahmi honorer tahun 2009, Burhanuddin, Nur Ismi, Mardiana, Mardawati, Syarifah Nur Hidayat yang kesemuanya adalah honorer tahun 2010. Ia juga menyebutkan nama Mantasia, honorer 2010 yang rangkap tugas, sebab terdaftar sebagai honorer Departemen Perhubungan dan juga di Kemenag Pangkep. “Kesemua nama tersebut lulus verifikasi,” katanya.

Sementara itu puluhan honorer lama dengan rata-rata pengabdian di atas tujuh tahun, justru tidak lulus dan dialihkan ke honorer K2. Satu di antara honorer lama tersebut adalah A Ruslan yang mengabdi sejak 2004. Dari data verifikasi honorer KI sebanyak 71 orang, 51 di antaranya lulus verifikasi 2012. Daftar nama yang lulus tersebut diumumkan melalui website.

“Kami telah melaporkan dugaan pemalsuan surat tersebut dengan nomor pelaporan ” STPL/132/V/2012/SPKT tertangal 2 Mei. Kami berharap adanya perhatian dari pihak Kemenag Provisnsi, BAKN bahkan Menpan. Permasalahan ini sangat merugikan kami,” ujar A Ruslan, kemarin.

Kasubag Tata Usaha Kemenag Pangkep, Drs H Anwar Kasim MA yang dikonfirmasi mengatakan belum menerima surat pemanggilan dari kepolisian terkait laporan tersebut. Ia juga berdalih tidak mengetahui persoalan kelulusan honorer K1 di kementeriannya. “Jika kelulusan dianggap bermasalah dan disinyalir rekayasa, yang berhak berbicara adalah pimpinan saya,” ucapnya.

Saat ditanyakan soal dugaan honorer siluman yang lulus, ia mengatakan enggan berkomentar. “Saya tidak mengetahui soal dugaan tersebut, yang jelas apa yang saya lakukan telah sesuai aturan,” ucapnya.

Senada Kepala Kemenag Pangkep, Drs H Mangenre, berang atas adanya pelaporan ke polisi. Ia juga mengancam akan menahan SK honorer yang membangkang dan dianggap selalu mencari masalah. Terkait kelulusan honorer K1 yang lulus verifikasi CPNS/CASN, ia tidak mau berkomentar.

Mengadu ke Dewan

Sementara itu, di Kabupaten Soppeng, honorer K1 Kemenag Soppeng mendatangi gedung DPRD Soppeng. Mereka komplain namanya tidak lolos verifikasi.

Informasi yang diperoleh dari 123 honorer K1 yang diusulkan, hanya 20 orang dinyatakan lolos. Terdiri dari kalangan guru 15 orang dan lima dari pengawas.

Perwakilan honorer, Yunus mengatakan penentuan nama honorer yang lulus terindikasi banyak keganjilan. Menurutnya, sejumlah honorer telah mengabdi puluhan tahun, namun dinyatakan tidak lolos.

Honorer lainnya, Norma mengaku heran namanya tidak lolos verifikasi. Padahal, dirinya sudah mengabdi sebagai guru sejak 1987.

“Saya mengabdi sebagai guru sejak 1987. Namun anehnya banyak yang mengabdi dibelakang saya dinyatakan lolos. Saya pun mendapatkan gaji melalui APBN,” katanya.

Sayangnya pertemuan kemarin, tidak dihadiri perwakilan Kemenag Soppeng. Sejumlah honorer pun mengaku kecewa atas sikap Kemenag yang tidak datang memberi penjelasan.

Ketua Komisi I DPRD Soppeng, KM Sulaeman yang menerima berjanji menindaklanjuti pengaduan tersebut. Pihaknya akan memanggil Kemeneg untuk memberikan klarifikasi.

One thought on “Pengumuman CPNS 2014 - Honorer Kemenag Melapor ke Polres

  1. sudirman

    Kejadian pelaporan tersebut sebetulnya nda usah terjadi kalau memang nasibnya sdh disitu ngapain lg kt melapor, rezeki itu nda kemana, dalam agampun tdk melarang hal yg bgt selama tdk merugikan.
    Sungguh tdk pantas dan blm dewasa bla hal pelaporan itu terjadi, toochh jg akan merusak citra kabupaten maupun instansi tsb.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *