Home » Uncategorized » Pengumuman CPNS 2014 - Tanpa insentif memadai, program pensiun dini gagal

Program pensiun dini yang digagas Kementerian Keuangan diperkirakan tidak akan berhasil jika tidak disiapkan insentif yang memadai serta persiapan bagi PNS/ASN yang mengikuti program ini. Pengamat ekonomi yang juga dosen Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada Anggito Abimanyu menuturkan jumlah pesangon yang diberikan harus memperkirakan inflasi dalam tahun-tahun mendatang.

“Misalnya pegawai yang mengikuti program pensiun dini tinggal lima tahun bekerja, pemerintah harus menghitung total gaji yang harus dibayar kepada pegawai yang bersangkutan selama lima tahun, ditambah perkiraan inflasi ke depannya,” ujarnya hari ini.

Menurut Anggito, selain perhitungan anggaran, pemerintah juga harus memberikan ketrampilan yang memadai kepada PNS/ASN yang mengikuti program ini. Jika tidak ada pembekalan, mereka akan stress dan pesangon yang diberikan habis.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Agus Martowardojo menuturkan Pegawai Negeri Sipil (PNS/ASN) yang memasuki usia mendekati pensiun yakni 50 sampai 55 tahun bisa mengajukan pensiun dini.

Menurut Agus, hal tersebut dinilai dapat menekan jumlah PNS/ASN yang terus bertambah. Peningkatan jumlah PNS/ASN tersebut, lanjutnya, disebabkan adanya pemekaran-pemekaran wilayah serta kewajiban mengangkat tenaga honorer menjadi PNS/ASN.

“Saat ini Direktorat Jenderal Perbendaharaan sedang menyusun usulan pensiun dini tersebut kepada Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi dan masih belum disetujui,” ujarnya.

Menurut Agus, Kementerian Keuangan akan memberikan kompensasi yang memadai untuk program pensiun dini.

Namun demikian, dia tidak menyebutkan secara detail mengenai besaran pesangon yang diterima pegawai Kementerian Keuangan yang ikut dalam program pensiun dini.

Hingga 10 Juni 2011, jumlah pegawai di Kementerian Keuangan mencapai 64.314 karyawan. Dari jumlah itu, pegawai terbesar berasal dari Direktorat Jenderal Pajak sebanyak 32.773 karyawan, dan posisi kedua terbanyak ditempati Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, yang mencapai 10.995 karyawan.

Unit Setjen sampai periode tersebut memiliki 2.327 pegawai, Itjen 595 pegawai, Dirjen Anggaran 1.138 pegawai, Dirjen Perimbangan Keuangan 447 pegawai, Dirjen Pengelolaan Utang 333, Dirjen Perbendaharaan
Negara 9.317 pegawai.

Selain itu, Dirjen Pengelolaan Kekayaan negara 3.678 pegawai, Bapepam-LK 1.080 pegawai, Badan pendidikan dan Pelatihan Keuangan 1.212 karyawan, serta Badan Kebijakan Fiskal 459 pegawai.



Posting Pusat Pengumuman CPNS Indonesia (PPCI) lainnya:



There Is 1 Response So Far. »

  1. http://www.speed-investa.com/?id=enkaleksono

Post a Response